Selasa, 10 Juni 2014

Hidup dan Pilihan

Pernah anda bertanya di dalam hati terkecil anda tentang arti kehidupan? Atau pernah terlintas dipikiran anda sebuah pertanyaan, untuk apa saya hidup didunia ini?
Kalau saya sih iyaaaaa, hehhe J, pertanyaan itu terkadang terlintas di dalam pikiran saya dan akan sering muncul ketika saya sedang sendiri. :)

Hmmm, hiduppp… tak ada kalimat yang pasti untuk mendefinisikan kata tersebut. jujur terkadang saya masih bingung ketika ada orang yang berkata, coba jelaskan pengertian hidup menurut anda!!!! Pasti kalimat yang pertama dikeluarkan… “hidup ituuuuuuuu, apa yak??? Hehhehheh” … ya maklumlah anak muda, terkadang jiwa mereka labil (termasuk saya).

Seiring dengan berjalannya waktu, berjalannya usia dan berjalan-jalan lainnya yang bisa dijalankan. Saya dapat memilih kalimat yang cocok untuk  kata tersebut di dalam pikiran saya.

hidup itu adalah pilihan” pasti basi ya mendengar atau melihat kalimat itu, tapi percaya deh itu yang terjadi sesungguhnya. Contoh.. ketika saya diberikan pilihan untuk lulus dari perguruan tinggi, mau lulus lewat jalur kompre atau skripsi? Mau tidak mau, suka tidak suka saya harus memilih diantara kedua pilihan tersebut. tentunya diantara pilihan tersebut terdapat resiko yang harus saya ambil nantinya. Lalu saya tanamkan sebuah kalimat didalam otak saya yaitu “saya pilih skripsi!!”.

Banyak orang yang bertanya, “kenapa harus skripsi? Kan ribet dan lama prosesnya” atau pertanyaan lain seperti “katanya mau cepet lulus, kok milihnya skripsi bukan kompre?” dan masih ada pertanyaan-pertanyaan lain yang terkadang membuat hati dan pikiran saya CAPEK, hehehhe v^^

Dari pertanyaan itu saya menjawab… “bukannya hidup itu adalah pilihan? Ini yang saya pilih untuk hidup saya, ini yang saya inginkan. Saya telah memilih ini dan saya tahu ada resiko didalamnya. Mau tidak mau, suka tidak suka saya akan tetap jalani ini semua karena saya yang memilih ini. Masalah hal yang terburuk yang nantinya akan terjadi sama saya, itu tidak ada masalah karena ini yang saya pilih”

Atau contoh lain (ini biasanya yang paling disukai) yaituuu cinta / pasangan. Pernah mendengar atau melihat kalimat “cinta itu harus memilih”, mungkin ada beberapa orang yang tidak setuju dengan kalimat  tersebut, tetapi saya setuju akan kalimat tersebut. kenapa tidak??? Kebayang kan kalau setiap pasangan kita, si pasangan  memiliki lebih dari satu pasangan dan dia tidak bisa memilih diantaranya. Saya yakin pasti itu rasanya JELEB banget. Tidak perlu saya jelaskan panjang lebar pasti anda semua mempunyai imajenasi masing-masing.

Atau contoh lain seperti ketika saya membuang botol-botol minuman atau apapun itu yang dinamakan barang sudah tidak terpakai (menurut saya). Ketika saya buang ke dalam ember sampah depan rumah, lalu ada yang bertanya “mbak botolnya boleh saya ambil?” lalu saya menjawab “oh iya silahkan”

Yang kita anggap tidak berguna, kita anggap sampah, kotor dan apapun itu bisa jadi bermanfaat atau bahkan memberikan nilai ekonomi yang tinggi untuk orang lain. Dan dari botol-botol itu atau apapun itu yang dari ember sampah bisa membiayai kehidupan mereka sehari-hari. Dan mereka yang menjalaninya terlihat senang, dan terlihat bangga ketika anak-anak mereka bisa sekolah dari pekerjaan mereka yang mungkin dianggap rendah oleh sebagian orang.

Ketika mereka dianggap rendah oleh sebagian orang justru terkadang mereka meninggikan derajatnya dengan tingkah lakunya. Hidup itu tergantung bagaimana kita yang menjalani. Kalau kita menginginkan hidup yang menyenangkan insyaallah akan menyenangkan. Tapi kalau kita menggerutu akan kehidupan yang dijalani ya gimana yahhhh???  Kita aja enggak bisa mengenakan hidup, bagaimana hidup akan mengenakan kita? Iya enggak?

Bersyukur saja atas apa yang terjadi, memang semua itu tidak lepas dari yang namanya takdir, tapi kita tidak bisa kan pasrah dengan takdir begitu saja..

Istilah kasarnya atau istilah gaulnyaaaa ituuuuuuuu

“INI PILIHAN LOE, INI YANG LOE MAU, JADI LOE HARUS MENJALANI INI SEMUA, ENGGAK BOLEH NGELUH, TETAP NIKMATI, KARENA INI PILIHAN LOE DAN INI UNTUK HIDUP LOE, UNTUK KEBAIKAN LOE, BUKAN UNTUK ORANG LAIN”       

0 komentar:

Posting Komentar