Kamis, 12 September 2013

CINTA (gue, loe) TO BE CONTINUE… (PART 2-2)

           




       Nayra dan Reynas, menjalin sebuah hubungan pertemanan.. tapi tidak seperti pertemanan biasanya, saling suka dan saling cinta namun tak bisa berbuat apa-apa oleh keadaan.
Reynas trauma karena sebelumnya ia pernah ldran tapi karena jauh dan sibuk Rey tidak bisa menjaga sang wanitanya dan tidak mengetahui bahwa wanita tersebut selingkuh. Hal itu yang menjadi pertimbangan Rey. Sementara Nay, takut karena ia belum pernah ldran jadi takut nantinya banyak cobaan yang dilalui.  Maupun mulutnya bilang mau untuk menjalani semua itu namun hatinya berkata tidak.
     
       Keduanya pasrah oleh keadaan, dan mereka sepakat untuk berteman dan menjalani semua yang ada terlebih dahulu. Masalah tahun-tahun berikutnya akan bertemu lagi atau tidak itu urusan nanti, yang terpenting jalananin semuanya, itu kesepakatan mereka.  


      Satu hal yang paling penting, ketika kalian ragu untuk bilang suka atau cinta sama seseorang jangan lakuin itu. Biar semua mengalir begitu aja dulu. Perasaan suka atau cinta itu datang karena terbiasa, ketika kebiasaan itu udah tidak ada yaa bisa jadi perasaan itu juga hilang. Dan MOVE ONNNNNNNN, kalau kita mau keluar dari suatu ruang lingkup yang bikin kita enggak nyaman ya mau enggak mau harus move on. Move on biasanya harus datang dulu dari hati, tapi ada orang yang bilang.. “ kayak pakai baju aja, kalau baju lama kesayangan udah enggak muat pasti pakai baju lain yang baru, akhirnya punya baju kesayangan yang lain”

Sooooo… nikmati aja dulu yang ada, jangan tergesah-gesah dalam melakukan sesuatu.. JJJ

CINTA (gue, loe) TO BE CONTINUE… (PART 2-1)

“ aku udh sampe :D” 04:47 sms itu sampai di hp yang tergeletak di meja, mengetahui hpnya bergetar sang pemilik langsung melihat dan membalas sms tersebut.
“ kmu udh sampe rumh? Alhamdulillah J
“ blm sampe rumh J
“ lahh terus sampai mana?”
“ gambir, ini lagi mau ke gondangdia buat lanjut naek kereta sampe rumah”
“ ohh gitu, kmu sndrian?”
“ knp kmu mau temenin?”
“ aku temenin dr sini aja yah J
“ hiks L
“hati-hati di jalan yah J
“ makasihhh ( >3(‘o’) ”
“( >3(‘o’) ”

…………………………………..

“ aku udah di rmh nih, :P”
“ywdh kamu psti cpek, mndi trs istirht gh sna”
“ baikk nyonyahhhh J

            Reynas kembali lagi ke Jakarta untuk mengisi libur semester, tapi liburan kali ini tidak selama liburan kemarin, hanya 2 minggu ia di Jakarta dan itu sudah mendapat undangan untuk reuni sama teman-teman tercinta. Pertemuan untuk kedua kalinya sudah di rencanakan dari hari-hari sebelumnya, tapi Nayra saat itu tidak sedang di Jakarta, tiba-tiba ia dadakan harus menjenguk kakeknya yang sedang kritis di rumah sakit di kampung.

“Nay kmu kpn pulang? Lusa aku harus balik lagi ke jogja” sms itu sampai di hp Nayra minggu pagi.
“ aku ndak tahu kpn ke jkrtanya, tergantung yg lain aja.. kmu kok cpt bgt ke jogjanya?”
“ iya ada urusan penting disana jd hrus cepet balik”
“ ohh gtu yahh, klo thun ini ndak jadi ktmu kita undur aja smp thun dpan J
L
“ knp?”
“ aku sedih klo sampe kita batal ktmu, kn udah sthun kita gk bertatap muka”
“ setahun?? Baru juga bbrp hari lalu kita skype’n, hahahha.. ywdh nanti aku kbrin  yah plngnya kpn J
“ okehh.. miss youuu :*”
“ miss you too :*”
Malam harinya Nay memberi kabar ia sudah berada di bandara dan naik penerbangan terakhir menuju Jakarta.

            Keesokkan harinya di tempat yang sama dan waktu yang hampir sama seperti tahun lalu, mereka kembali bertemu. Dari lantai dasar sampai lantai yang di tuju maupun suasana lebih hangat dari tahun lalu tapi tidak ada acara pegang tangan atau rangkul-rangkulan, apalagi cium-cium, hahhahah. Menonton film anak-anak yang penuh dengan makna dan komedi itu pilihan mereka.

Saat film baru mulai, adegan ftv pun terjadi. Rey memegang tangan Nay.

“ihhh cari-cari kesempatan, mentang-mentang udah gelap ruangannya” ucapnya salting sambil menghindarkan tangannya dari Rey.
“ siapa juga yang cari-cari kesempatan, tuh lihat tangan kamu kecil banget, lihat nihh coba”
Rey mengambil tangan Nay, dan menaruhnya di atas tangannya.
“ tuh kan bener kecil tangannya,  enggak percaya amat, lihat tuh!!”
“ iya sih, kalau dibandingkan sama tangan kamu, emang tanganku kecil. Tapi enggak apa-apa deh kan biar kelihatan imut”
“di kunciiii” ucap Rey yang menyelipkan jarinya di jari Nay lalu menggenggamnya.
“ hee? Di kunci? Reyyy….”
“sssstttttttt, enggak boleh berisik di bioskop” Rey semakin erat menggenggamnya.
“ Reyyyy…”, Rey pun memalingkan wajahnya ke arah Nay.
“ Apa?”
“ modus”, Rey hanya tersenyum, dan membiarkan tangan yang satu lagi untuk merangkul Nay.

Nay termasuk orang yang sangat menjaga apa yang harus di jaga, ia tidak akan membiarkan orang menyentuhnya kecuali ia merasa nyaman terhadap orang tersebut. Dan saat itu mungkin Nay merasa nyaman atas keberadaan Rey disampingnya dan membiarkan Rey berbuat seperti itu. Di tengah-tengah film, Rey mencoba untuk memeluk Nay.

“ Reyyy, enggak…”
“ kenapa?”
“ banyak anak kecil disini, kalau mereka sampai lihat gimana?”
“ ohh gitu, okehlahh”
“ lagi pula, kalau orang-orang disini ngira kita pacaran gimana?”
“ emang kamu enggak mau jadi pacar aku?”
“ hmm mau enggak yahhh”, tiba-tiba Rey mencium kening Nay. Spontan Nay langsung menengok ke arah Rey,  dan Rey mencium tangan Nay.
“ kamu mau jadi pacar aku? Kamu siap ldran sama aku?”
“ aku belum pernah ldran”
“ mau nyoba?”
“ nyoba? Nyoba ldran sama kamu?”
“ iya, gimana?”, Nay mengambil nafas panjang dan mengembalikan pandangannya ke arah layar.

Suasana hening sejenak…….
“ hey kok diem, aku kann nanya”
“ emang kamu mau?”, Rey mencium pipi Nay dan berkata.
“ kalau enggak mau, aku enggak akan nanya kamu”
“ menurut kamu, aku mau apa enggak?” Tanya Nay sambil menaruh tangannya di dada Rey.
“ ya mana aku tahu, kan yang punya jawabannya kamu. Jadi gimana? Mau nyoba?”
“ kamu mau??”
“ Nayyy”
“ yaudah jangan berisik focus sama filmnya”
“ ehmm yaudah deh kalau kamu enggak mau jawab”

Nay melepaskan tangannya yang semula berada di atas dada Rey. Percaya atau tidak Nay bisa merasakan yang namanya tulus atau tidak walapun hanya dari mata atau detak jantung. Mungkin saat itu ia tidak merasakan sesuatu di detak jantung Rey, makanya dari itu ia terus memutar jawabannya tanpa memberikan jawaban yang pasti. Kebiasaannya membaca buku tentang psikologi dan yang sejenisnya membuat dirinya terkadang bisa merasakan hal yang tidak bisa di rasakan oleh orang lain.

            Setelah film selesai dan menuju pintu keluar bioskop Rey terus menaruh tangannya di pinggang Nay, seolah-olah tidak akan membiarkan Nayra jauh darinya. Tapi setelah beberapa langkah dari pintu bioskopnya, Rey melepaskan tangannya dan sedikit focus dengan handphonenya. Saat itu semakin jelas ada sebuah keraguan di mata Nay saat melihat lelaki yang sedang berada di hadapannya itu.

“kamu mau pulang?”
“enggak” jawab nay tegas sambil terus menatap ke arah Rey.
“ terus mau kemana?”
“ aku mau milkshake”
“ yaudah kita beli yuk”

Mereka pun duduk santai di sebuah café yang bernuansa outdoor sambil menikmati milkshake yang sudah di pesan. Di tengah perbincangan tiba-tiba Rey mengeluarkan rokok dan korek gas dari kantong jaketnya.

“aku ngerokok yah”, Nay hanya menjawab dengan senyuman. Sebenarnya Rey tahu kalau nay tidak suka dengan rokok, tapi entah kenapa saat itu Rey merokok di hadapan Nay. Dan Nay hanya melihat Rey yang sedang asiik dengan rokoknya tanpa sepatah kata pun.

“ Hey, kenapa sih dari tadi ngelihatin mulu, terpesona sama kegantengan aku?” Nay pun mengerutkan dahinya dan berkata
“ kenapa sih kamu ngerokok? Emang enak ya?”
“ gimana ya, udah kebiasaan. Aku kan suka begadang kalau ngerjain tugas kampus, jadi ya biar melek minum kopi sama ngerokok”
“kamu enggak takut efek sampingnya?”
“ya takut sih sebernya, tapi mau gimana lagi udah kebiasaan susah di hilangkan”
“bukan Cuma kebiasaan kayaknya tapi kamu udah mulai kecanduan”
“sepertinya, hahhaha. Kenapa nanya-nanya? Kamu mau nyoba ngerokok?”
“ boleh emangnya? Kalau boleh aku mau nyoba sini” nayra pun bermaksud untuk mengambil rokok dan korek yang tergeletak di meja. Tapi keburu diambil rey.
“enggak!! Kamu enggak boleh nyoba benda ini walaupun Cuma sedetik”
“kenapa? Kamu boleh masa aku enggak boleh”
“ enggak, pokoknya kamu enggak boleh nyoba benda ini sedikit pun. Okehhh”
“kenapa??”
“karena cewek yang ngerokok itu di pandang orang pasti negative dan aku enggak mau kamu di pandang negative sama orang-orang”
“menurut kamu apa penilaian sebagai cewek di luar sana mengenai cowok perokok?”
Rey pun langsung mematikan rokoknya yang masih setengah batang.
“kenapa di matiin?”
“karena kamu enggak suka lihat perokok”
“aku enggak ngelarang kamu buat ngerokok, toh aku bukan siapa-siapa kamu. Terserah kamu mau ngerokok apa enggak itu hak kamu, tapi aku mohon saat kamu didepan aku jangan ngerokok. Kita kan ketemu paling-paling Cuma setahun sekali, dan Cuma beberapa jam. Aku Cuma minta itu aja kok. Aku enggak mau kamu kenapa-kenapa nantinya”
“okehh, ini yang pertama dan terakhir aku ngerokok di depan kamu. Maaf ya”
“ iya enggak apa-apa kok”
Sebenarnya secara enggak langsung Nayra meminta rey untuk tidak merokok, tapi bahasanya dihaluskan, hahaha.

Sekitar satu jam mereka berada di café itu dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
“ itu angkotnya udah datang” ucap Nay yang segera bersiap untuk menghampiri angkot tersebut.
“Nayyy..” ucap Rey sambil menarik tangan Nay.
“ kenapa??”
“jabat tangan dulu dong”
“kayak mau berpisah aja pakai jabat tangan segala”
“emang kita mau berpisah, besok kan aku mau balik ke jogja”
“ kamu hati-hati ya besok” Nay pun mengulurkan tangannya, Rey pun menyambutnya dan mencium tangan Nay.
“kamu juga hati-hati yah..”

Nay pun masuk ke dalam angkot dan berlalu menghilang dari pandangan Rey. Pertemuan yang cukup aneh. Hubungan pertemanan yang sekilas mirip dengan pasangan kekasih. Dua tahun berturut-turut seperti itu.
Ditengah perjalanan Rey mengirim sms dan dibalas seperti biasa oleh Nay. Dan pembicaraan di sms itu berlangsung sampai keesokkan harinya. Perbincangan yang merubah keadaan untuk mereka berdua.


To be continue…          

Selasa, 27 Agustus 2013

CINTA (gue, loe) TO BE CONTINUE…

PART 1

Hari itu Nayra terlihat senang, mulai dari bangun tidur ia sudah semangat dan mengumbar senyum manisnya. Akhirnya waktunya tiba, setelah sholat zhuhur ia langusng bersiap untuk menuju suatu tempat. Tempat dimana ia sudah membayangkankan sejak satu bulan yang lalu. Setelah sampai di tempat tujuan, Nayra duduk di sebuah tempat sambil terus melihat handphonenya. Dannnnnn….

“aku udah sampai”

Sms itu membuat Nayra yang duduk tenang menjadi sedikit gelisah, gelisahhh?? Mungkin lebih tepatnya dag dig dug. Tak berapa lama kemudian sosok yang di tunggu akhirnya datang. Tinggi, memakai topi tapi sedikit terlihat rambut kritingnya, kulit sedikit gelap, dan Wangi (itu yang disukai Nayra).

“ Hey…” itu yang pertama diucapkan oleh sang pria dann Nayra hanya memberikan senyum termanisnya.
“Nay, langsung aja yuk udah jam segini”
“okeh” Nayra pun berdiri dari tempat duduknya.
“ kayaknya kamu pendekkan deh Nay, dulu kamu lebih tinggi kayaknya”
“ jangan ungkit-ungkit masalah tinggi badan deh, ini anugrah. Lagi pula tinggi segini kan biar kelihatan imut”
“ pingin banget di bilang imut?”
“ iya J”  

            Setalah menempati tempat duduk yang tersedia, mereka menikmati film yang sudah mulai sekitar 10 menit yang lalu. Sepanjang film tak banyak kata yang terucap, walaupun sesekali bicara tapi itu hanya obrolan basa basi. Saat mereka saling pandang dengan jarak yang sangat dekat, itu  juga hanya sekedar tatap menatap tanpa ada ucapan sama sekali.

            Film berakhir bukan berarti kebersamaan mereka berakhir. Untuk mengisi waktu mereka duduk sambil menikmati minuman disebuah café. Dan untuk kesekian kalinya mereka hanya bisa saling pandang, tak ada ucapan yang yang berarti hanya tatapan yang penuh tanda tanya.
Satu jam setengah kegiatan mereka selama bertemu hanya kegiatan basa-basi. Mungkin karena masih canggung. Bingung harus mulai dari mana, ehmm wajar sih kalau alasannya begitu.

            Sehari sebelum keberangkatannya menuju Yogyakarta, Reynas ingin bertemu lagi dengan Nayra. Namun keinginan itu hanya sekedar keinginan, karena Nay tidak bisa. Malam harinya…
“ Hey lgi apa?”
“ lgi tiduran ajah sambil nntn tv, knp, kngen yah?? Ckckck”
“ aku bingung”
“ knp bingung?”
“ bingung mau jadiin kmu pacr apa ndak, Kalau ldr kamu mau?”
“ yaampun kirain bingung knp, hahhaha”
“ tuh gk di jwb  L
“ knp kmrn kamu nggak langsung ngomong pas ktmu, .. kirain kamu ngajak ketemu untuk membahas suatu hal, tapi kmrn malah Cuma begitu ajah, hahahah”
“ owhh kamu mau, tp kan gk etis aja baru jg saling kenal dan kita istilahnya baru ktmu sekali yg kmrn itu ”
“eitss mau apa nihh? Main mau mau ajah”
“yg di otak kmu mau apa?”
“ jujur aku blum pernah yg namanya jalanin ldr”
“ mkanya itu sayang aku nggak mau bikin kamu susah”
“ trus kalau kamu nggk mau bikin aku susah, knp kamu nanya hal ini ke aku?”
“ ya aku pingin kamu tahu aja kalau aku suka sama kamu… kamu mau nggak kalau ldran?”
“ kmu serius? Mwpun dulu kita satu sekolahan dan temen kls, tapi kita bru bner-benr knal tuh skitar 2-3 bulan lalu… kamu ini skrang lagi becanda atau serius sih?? L
“ sbnrnya sh serius, mkanya kmrn aku ngajak jln lg, tp katanya kamu sibuk L
“ iya sh, ini aja baru pulang dari rumah saudara L
“ ywdh gk apa, takdir x kyk gini J, oiya bsok aku balik ke Jogja , doain aku yah J
“ iya pasti aku doain.. maaf ya, krn jujur aku blum prnah ldran sama orang.. tapi kalau kamu disuruh ldr, siap?”
“ siap aja, tp mslahnya aku aja bru bner-bner kenal kamu”
“ ehmm iya jg sih, ckckckck”
“ ywdh jng sdih yah :*”
“ harusnya aku ygg ngomong bgtu ke kmu”
“ tp aku duluann :P”
“ oiya brrti kmrn kita macam kopi darat yak.. bbrp thun gk ktmu trs ktmu langsung kyk bgini”
“ brrti ada kopi laut dong”
“ haa? Kopi laut? Apaan tuh?”
“ ya lawannya  lah temcil.. :P”
“temcil? item kecil mksd kmu? Ngatain trs.. ntar suka lho, ckkckck”
“ kn itu fakta, kata mama nggak boleh bohong”
“ kok kamu suka sih sama orng kecil dan item kyk aku, hayooooo”
“ hbs Cuma kmu doang yg mau sama aku, hahahha”
“ ihhh emang aku mau sama kamu?”
“ sprtinya mau :P”
“ ihhh pede gilakkkkkkk, emng kamu mau sama aku?”
“ enggak dh, hbs kamu item dan kecil sihhh, hehheheh :p”
“ ywdh aku jg nggak mau sma kmu, hbs rambut sama otak kamu kriting sih, hahhah”
“ tp kn aku pake topi, psti suka kan?”
“ engggakkkk, ngapain aku suka sama orng yg nggk suka sama aku, hahahhah :P”
“ lah kn brtepuk sblh tangan, hahhahah”
“ hbis di tolak sama cwe ya mas?”
“ buknn, tp di tolak sama keadaan, hahahha”

Dan sms itu pun berlanjut sampai tengah malam, sampai saling mendoakan mimpi indah dan saling mengucapkan selamat malam.

            Keesokkan paginya Reynas kembali lagi Jogja untuk mengejar cita-citanya. Menempuh pendidikan S1 di sebuah perguruan tinggi  swasta di jogja, membuat ia harus rela berpisah dengan keluarga dan teman-temannya, termasuk Nayra. Nay dan Rey saat SMA mereka satu sekolah bahkan satu kelas, tapi entah apa yang terjadi satu tahun sekelas dan selama 3 tahun satu sekolah mereka hampir tidak pernah bertegur sapa. Berawal dari saling follow di twitter lanjut saling mention, lalu beralih ke DM, tukeran nomor HP dan akhirnya sayang-sayangan di sms, WhatsApp, Line dll. ANEHHH… mungkin kata itu dapat mewakili hubungan yang mereka jalin. 3 tahun satu sekolah dan 1 tahun sekelas hampir tidak pernah tegur sapa tapi bisa sayang-sayangan dan memustuskan untuk bertemu dan saling mengungkapkan perasaan satu sama lain. Selain itu sama-sama punya rasa sayang tapi enggak bisa bersatu hanya karena baru kenal dan baru bertemu satu kali dan nggak mau susah satu sama lain. Ehmm mungkin begitulah takdir, tidak ada yang bisa menebak apa yang terjadi satu detik kedepan.

            Maupun Nay dan Rey GAGAL PACARAN, tapi mereka tetap menjalin silaturahmi dan berkomunikasi dengan baik, setiap hari selalu memberi kabar, saling mengingatkan dan saling memberi dukungan. Mungkin secara tertulis secara tidak langsung mereka seperti pacaran hanya bedanya tidk ada tanggal atau ucapan ikatan yang menyatan mereka benar-benar resmi berpacaran.



 To be continue…          

Rabu, 13 Februari 2013

DISAAT RASI BINTANG DI HATI UDARA



BAB 5


Sudah hampir 2 minggu Aerhien tidak bersama dengan Aries. Entah apa yang terjadi diantara mereka.
“Rhien, si Aries kemana?” Tanya Galih salah seorang temannya
“duh nggk tau deh, emang gue emaknya? Tanyalah sendiri pada dirinya”
“yak kan biasanya kalian bareng, siapa tahu gitu loe mengetahui keberadaan Aries”
“gue nggak bareng sama dia”
“loe lagi marahan ya sama Aries? Soalnya belakangan ini w nggk pernah liat lagi tuhh kalian berangkat atau pulang bareng lagi” ucap shandi yang tiba-tiba nyamber
“nggk kita baik-baik ajah kok”
“masa sih?? Waktu itu loe berdua kayak sepasang kekasih yang lagi berantem pas habis kita nonton terakhir kali kemaren” Rahvi ikut-ikutan nimbrung
“hadehh, dasarrr cowok-cowok rumpi.. udah akh gue mau cabut”
“mau kemana loe? Dosen kan dikit lagi masuk”
“bodo amatan, lagi nggak mood gua, absenin yahh” saat Aerhien baru sampai di pintu kelas, tiba-tiba Aries datang, dan mereka saling menatap tajam lalu berlalu bagai orang yang tak saling mengenal.


            Aerhien pergi menemui temannya di kantin kampus dan disitulah ia meluapkan amarahnya.
“lah terus apa masalahnya?? Kenapa loe marah, dia kan bukan siapa-siapa loe” ucap salsa sahabatnya Aerhien sejak SMP.
“ehmm, gue bukan siapa-siapanya dia??.. guekan temannya dia”
“just friend, dengar sayang.. selama kalian belum sepakat untuk menjalin hubungan yang khusus maka sah-sah aja dong, dia mau berbuat apa. Gue tahu loe itu kalau udah suka sama orang bakal suka terus, tapi jangan sampai kejadian loe sama Thyo terulang lagi. Gue nggak mau loe sedih terus, sekarang coba loe jauhin dulu dia. Kalau dalam waktu menjauh itu ada yang merasa kehilangan, berarti emang ada sesuatu diantara kalian”
“ gue nggak tahu sa, ini tuh beneran suka atau hanya sekedar perasaan nyaman. Jujur gue takut masuk kedalam friendzonenya dia sa”
“nah itu dia.. listen to me.. love like butterfly, okehh”
“what? Butterfly? Terbang-terbang mulu gitu?”
“ehmm kadang-kadang nih orang. Gini yah semakin loe kejar itu kupu-kupu maka semakin terbang menjauh dari loe, tapi ketika tuh kupu-kupu merasa cocok sama loe, merasa nyaman sama loe maka dia akan menghampiri loe dan hinggap di loe dengan sendirinya tanpa loe harus kejar, ngerti?”
“yuph, gilakkk loe dapat ilmu dari mana bisa berucap seperti itu?”
“ dari siapa lagi?? Dari loe lahhh.. loe itu kalau udah nasihatin orang kan udah kayak emak-emak nasihatin anakny.. hahhaha”
“masa sih?”
“dasarrr nenek pikunnnnnn.. udah akh jangan mikirin dia lagi, belum tentu dia mikirin loe”
“hahhaha, bener – bener… makan yuk”
Salsa dan Aerhien sudah lama kenal dan mereka hamper mempunyai pikiran yang sama dalam hal apapun dan kallau sudah bertemu mereka bisa gila, mungkin hal itu yang mempererat persahabatan mereka, hahaha.


            Setelah merasa baikkan Aerhien kembali ke kelas dan mengikuti matkul yang sedang berlangsung.
“habis dari mana loe? Jam segini baru masuk kelas?” Bisik Tita.
“habis clubbing” jawab Aerhien.
“clubbing kok pulang jam segini, setahu gue clubbing itu pulangnya subuh” Aries tiba-tiba nimbrung ikutan bicara.
“masalah buat loe? Nggk kan? Soooo silent…” jawab Aerhien sinis.
“ Rhien, loe lagi marahan ya sama Aries?” bisik tita
“nggak kok, biasa ajah”
“ tapi yang biasanya loe bareng sama dia terus loe nggak bareng belakangan ini. Terus kayaknya pas kita habis nonton waktu itu kalian berdua sikapnya kayak orang yang lagi marahan”
“Tita, gue sama dia baik-baik aja kok, kemaren-kemaren gue lagi pingin naik angkot ajah, okehhh!!! Sekarang kita focus sama matkulnya”
“ehmm wokehlah kalau begitu”


            Saat ingin pulang tiba-tiba hujan turun, dan mau tidak mau Aerhien dan teman-temannya tertahan di kampus nunggu hujan reda atau berhenti. Setelah sampir 1 jam menunggu hujan akhirnya berhenti, dan mereka pulang. Karena sudah sore dan tidak membawa payung dan di desak untuk bareng, akhirnya Aerhien dan Aries pulang bersama. Saat sekitar 10 menit berjalan, tiba-tiba hujan turun deras.

“Rhien gimana nih mau neduh dulu nggak?”
“terserah”
“ Rhien loe kenapa nggak pake jaket?”
“ kalau gue bawa jaket ya gue udah pakelah dari tadi”
Tiba-tiba Aries menepi, berhenti, meneduh dan melepas jaketnya lalu memberikannya kepada Aerhien.
“nggak mau, loe aja yang pake”
“jangan teka deh, gue nggak biarin cewek yang naik motor gue kedinginan, ngerti?!”
 Aerhien hanya terdiam,, karena gregetan akhirnya Aries yang memakaikan jaket tersebut kepada Aerhien.
“denger!! Selama loe naik motor sama gue, itu berarti loe tanggung jawab gue. Paham?”
Aerhien hanya menggelengkan kepalanya.
“ kenapa nggak paham??’
“ehmm Riesss I have question for you”
“what??”
“ loe risih sama ucapan anak-anak yang gosipin kita pacaran? Jujur gue risih Ries”
“ dibawa enjoy ajah”
“gue takut Riesss”
“Takut kenapa? Emang mereka hantu?”
“ gue takut entar fans-fans loe kabur denger ucapan mereka”
“ emang ada yang ngefans sama gue? Udahlah jangan pakai acara takut segala, nanti kalau mereka bosen juga bakal pada diem. Gue malah ngerinya para fans loe yang kabur”
“fans gue? Emang ada yang suka  gitu sama gue? Ngeliat gue aja mungkin mereka pada nggak mau, iya kan?”’
“ siapa bilang? Pasti adalah yang mau sama loe, tenang jodoh nggak akan lari kemana”
“jujur gue takut suka sama loe”
“ loe takut suka sama gue? Kenapa takut?” Aerhien hanya menggeleng.
“ nggak ada yang perlu loe takutin, suka itu wajar dan nggak ada yang bisa ngelarang. Dan nggak ada yang ngelarang pula kalau misalnya gue suka seseorang semacam loe” ucap Aries dengan gaya sok coolnya.
“haa?? Maksudnya?”
“maksudnyaaaa ujan udah berhenti dan waktunya kita lanjutin perjalanan, jangan lepasin tuh jaket sampai loe sampai, ngerti??!!”
Aries pun nyalakan motornya dan Aerhien masih terdiam mencerna kalimat Aries.
“loe nggak mau pulang? Apa loe mau nginep dijalanan ini sampai besok?”
“ haa??”
“hah hoh hah hoh, udah jangan bengong. Jangan dipikirin kata-kata gue, sekarang kita pulang okeh, nanti keburu ujan lagi”
“ ehmm okehhh” mereka pun melanjutkan perjalanan pulang.


Aries itu tipe orang yang tertutup mungkin dan tidak bisa ditebak, tidak jauh beda sih sama Aerhien. Mereka mungkin sama-sama pinter menyembunyikan perasaan tapi dari cara bicara dan dari sorot mata, maupun kadang mereka berbicara tanpa melihat satu sama lain tapi pancaran cinta mereka sudah terlihat, dann itu pula yang dilihat oleh teman-temannya.
Sama-sama punya rasa namun tak bisa mengungkapkannya karena berbagai hal dan hanya Tuhan dan mereka yang menjalaninya yang tahu akan berakhir seperti apa kisah ini. 

DISAAT RASI BINTANG DI HATI UDARA


BAB 4


Seperti biasa saat ingin pulang, pasti mereka smsan walaupun  duduk bersebelahan.

Aries                : breng gk?
Aerhien            : d dpan ya
Aries                : tp gw mau nyari brang dulu, gmn?
Aerhien            : ok no problem

Saat keluar dari kelas, mereka tak bersama. Aerhien bersama teman-teman wanitanya sementara Aries bersamma teman-temannyya juga.  Tapi mereka biasanya janjian di parkiran atau didepan pintu gerbang kampus.

“Rhien loe mau nunggu disini sendirian?” ucap salah satu temannya.
“gue nggak sendirian kok, banyak nih yang nunggu angkot”
“kenapa nggak bareng Aries ajah”
“paling juga nanti bareng Aries nanti, coba ajah liat” ucap hana teman Aries sejak dulu
“ dasarrr, sok tahu nihh”
“ yaudah, kita duluan ya Rhien, sampai ketemu besok”
Aerhien hanya membalas dengan senyuman saat dirinya digosipkan dengan Aries. Tak lama kemudian Aries datang dan mereka pulang bersama. Saat pulang menuju rumah, tak jarang mereka muter-muter terlebih dahulu, apalagi kalau ada sesuatu topic yang sedang dibicarakan.
           

Kesokkan harinya saat sampai dikelas Aerhien tidak melihat keberadaan Aries.
Aerhien            : nggk ngampus hari ini?
Aries                : kesiangan, ntr aja masuknya
Aerhien            : kbyasaan deh, mkanya psang alarm
Aries                : udah kok, tp msh ngantuk bru tdur jm 4, nggk snggp klo hrus msuk pgi
Aerhien            : ngapain coba jm sgtu bru tdur, lu suka ngelarang w klo tdur mlem, tapi sndirinya mlah tdur jm sgtu
Aries                : ehmm, ywdh deh w mau tdur lagi. Kbrn y klo ada dsen atau gk  


Satu hal yang tidak disukai Aerhien dari sosok Aries, sifatnya yang terkadang terlalu cuek. Aries memang tergolong anak yang cerdas, tapi menurut Aerhien dia juga harus rajin kuliah untuk mengimbangi kecerdasannya itu. Karena bosan dengan Susana kampus, akhirnya Aerhien bertemu dengan kawan lamanya. Saat mereka berbincang dikantin kampus, Aries datang tapi ia bergabung dengan teman-temannya.

Saat pulang, Aries langsung meluncur ke parkiran lalu pergi, sementara Aerhien juga berlalu dengan angkot. Tidak ada basa basi seperti biasanya sampai keesokkan harinya pun begitu.
“hey kita jalan yuk, mumpung pulang siang nih” ucap tita, anak kostan yang suka merasa kesepian saat ia sendiri, makanya dia lebih suka jalan-jalan bersama teman-teman.
“okeh, kita nonton yuk, ada film baru lho. Tapi bioskopkan nanti masih 1 jam lagi baru buka, nah kita makan di rumah makan biasa aja dulu, irit coyyy”
“okeh”
Akhirnya mereka menuju rumah makan tempat biasa mereka makan, seperti biasa terdiri dari 5 orang cowok dan 5 orang cewek.  Tetapi ada 1 cewek yang tidak bisa ikut saat itu.     

Saat pergi menuju rumah makan tersebut, Aerhien dan Aries tidak 1 motor alhasil Aries sendirian, Aerhien lebih memilih bersama temannya yang lain. Tapi saat selesai makan dan ingin menuju mal tersebut, Aries memberikan helm kepada Aerhien.
“emang gue naik motor sama loe?” ucap Aerhien sedikit sinis
“tadi loe nggak pake helm kan?”
“ terus kenapa?”
“punya pikiran nggak sih? Ada polisi di depan, mau ditilang?”
“loe anggap gue nggak punya pikiran?”
“siapa yang bilang begitu?”
“tadi barusan, loe secara nggak langsung bilang begitu”
“aduhh kalian itu ribet deh, udah mulai rintik-rintik nih, udah akh gue duluan. Rhien loe sama Aries ajah, ada helm kan? Gue nggak bawa helm, duluan yuaaaa” Galih yang dari kampus sampai tempat makan itu nebengin Aerhien berlalu, dan semua pergi duluan meninggalkan dua sejoli yang sedang sedikit emosi itu.
“cepet naik, udah mulai ujan nih” Aerhien terdiam.
“mau gue tinggalin disini sendirian? Cepet deh, lama nih”
“iya iya bawel banged sih”
“pegangan, gue mau ngebut, ujan nih soalnya”
Karena sedang tidak mood Aerhien tidak berpegangan apapun, saat Aries ngebut secara spontan Aerhien memegang erat jaketnya Aries.
“sengaja ya biar gue pegangan sama loe”
“ kan tadi gue udah bilang, gue mau ngebut karena hujan, loe mau basah kuyup sampai mal”
Aerhien pun tak banyak berkata-kata.
           
Saat dibioskop Aerhien dan Aries bersebelahan tapi mereka tidak saling bicara, sampai pada akhirnya…
“nih pake” Aries memberikan jaketnya kepada Aerhien
“nggak mau, buat apaan coba?”
“kedinginan kan? Baju loe tadi kebasahankan?”
“nggak biasa ajah, udah akh loe aja yang pake”
“teka banget jadi orang, pegang deh”
“ehmmm”
Ditengah film, Aerhien menggunakan jaket itu, karena ia merasa kedinginan. Dasar cewek, pikiran berubah karena keadaan, hahahha. Setelah nonton film mereka semua tidak langsung pulang tapi ngbrol-ngobrol dulu di café sampai sekitar jam 7 malam. Saat diparkiran mal Aries dan Aerhien adu debat lagi.
“nih jaket loe, gue kembaliin”
“yaudah loe ajah yang pake, nggak bawa jaketkan?”
“ada kok, udah loe ajah yang pakai, loe kan yang ngendarain kalau gue kan masih kealingan loe”
“ngeles ajah nih orang, udah deh pake”
“ada kok, tenang ajah”
“kalau ada coba keluarin, terus loe pake disini sebelum kita berangkat”
“entar aja akh kalau udah mau berangkat gue pakainya”
“ini kita udah mau berangkat, loe nggak ngeliat gue lagi panasin motor?”
“ loe kan pakai kaos pendek Ries, guekan pake kaos panjang”
“panjang dari mana? Cuma sesikut gitu dibilang panjang”
“Ariessss…”
“Aerhiennn, kalau loe naik motor sama gue, harus ikut peraturan gue. Sekarang loe pakai tuh jaket, terus kita pulang udah malam. Atau loe mau pulang sendirian, macet-macetan dan loe tahukan jam segini angkot kearah rumah loe udah jarang”
“yaudah, sini gue ajah yang pakai tuh jaket dari pada nggak dipakai” ucap Rahvi salah satu teman mereka yang melihat perdebatan itu.
“BERISIKK” ucap Aerhien dan Aries besamaan.
“tuhkan kompak banget sih kalian, lama tau. Mau sampai kapan kalian disini Cuma meributkan sebuah jaket, kalian nggak mau pulang? Apa mau disini terus sampai mal tutup?” ucap tita.
Dan pada akhirnya Aerhien memakai jaket itu dengan asal pakai saja.
Saat baru sampai didepan mal, Aries berhenti.
“lho kenapa berhenti? Ada masalah sama motornya?”
“pakai jaketnya yang bener!”
“udah bener kok”
“pakai yang bener, kita nggak akan jalan sebelum loe pakai tuh jaket dengan benar. Denger ya, karena loe naik motor sama gue, itu berarti loe tanggung jawab gue. Dan berhubung loe tanggung jawab gue, gue nggak mau kalau loe sampai kenapa-kenapa, ngerti??!!”
“iya-iya, banyak maunya nih anak” sambil memakai jaket Aries.
“loe susah dibilangin”   
“susah dari mana coba, biasa ajah tuh”
“yayayaya, udah dipake yang bener?”
“udahhh”
Aries pun melanjutkan perjalanannya kembali.


To be continue…………………..