Selasa, 10 Juni 2014

Mereka dan Kita

Hidup dan Pilihan

Pernah anda bertanya di dalam hati terkecil anda tentang arti kehidupan? Atau pernah terlintas dipikiran anda sebuah pertanyaan, untuk apa saya hidup didunia ini?
Kalau saya sih iyaaaaa, hehhe J, pertanyaan itu terkadang terlintas di dalam pikiran saya dan akan sering muncul ketika saya sedang sendiri. :)

Hmmm, hiduppp… tak ada kalimat yang pasti untuk mendefinisikan kata tersebut. jujur terkadang saya masih bingung ketika ada orang yang berkata, coba jelaskan pengertian hidup menurut anda!!!! Pasti kalimat yang pertama dikeluarkan… “hidup ituuuuuuuu, apa yak??? Hehhehheh” … ya maklumlah anak muda, terkadang jiwa mereka labil (termasuk saya).

Seiring dengan berjalannya waktu, berjalannya usia dan berjalan-jalan lainnya yang bisa dijalankan. Saya dapat memilih kalimat yang cocok untuk  kata tersebut di dalam pikiran saya.

hidup itu adalah pilihan” pasti basi ya mendengar atau melihat kalimat itu, tapi percaya deh itu yang terjadi sesungguhnya. Contoh.. ketika saya diberikan pilihan untuk lulus dari perguruan tinggi, mau lulus lewat jalur kompre atau skripsi? Mau tidak mau, suka tidak suka saya harus memilih diantara kedua pilihan tersebut. tentunya diantara pilihan tersebut terdapat resiko yang harus saya ambil nantinya. Lalu saya tanamkan sebuah kalimat didalam otak saya yaitu “saya pilih skripsi!!”.

Banyak orang yang bertanya, “kenapa harus skripsi? Kan ribet dan lama prosesnya” atau pertanyaan lain seperti “katanya mau cepet lulus, kok milihnya skripsi bukan kompre?” dan masih ada pertanyaan-pertanyaan lain yang terkadang membuat hati dan pikiran saya CAPEK, hehehhe v^^

Dari pertanyaan itu saya menjawab… “bukannya hidup itu adalah pilihan? Ini yang saya pilih untuk hidup saya, ini yang saya inginkan. Saya telah memilih ini dan saya tahu ada resiko didalamnya. Mau tidak mau, suka tidak suka saya akan tetap jalani ini semua karena saya yang memilih ini. Masalah hal yang terburuk yang nantinya akan terjadi sama saya, itu tidak ada masalah karena ini yang saya pilih”

Atau contoh lain (ini biasanya yang paling disukai) yaituuu cinta / pasangan. Pernah mendengar atau melihat kalimat “cinta itu harus memilih”, mungkin ada beberapa orang yang tidak setuju dengan kalimat  tersebut, tetapi saya setuju akan kalimat tersebut. kenapa tidak??? Kebayang kan kalau setiap pasangan kita, si pasangan  memiliki lebih dari satu pasangan dan dia tidak bisa memilih diantaranya. Saya yakin pasti itu rasanya JELEB banget. Tidak perlu saya jelaskan panjang lebar pasti anda semua mempunyai imajenasi masing-masing.

Atau contoh lain seperti ketika saya membuang botol-botol minuman atau apapun itu yang dinamakan barang sudah tidak terpakai (menurut saya). Ketika saya buang ke dalam ember sampah depan rumah, lalu ada yang bertanya “mbak botolnya boleh saya ambil?” lalu saya menjawab “oh iya silahkan”

Yang kita anggap tidak berguna, kita anggap sampah, kotor dan apapun itu bisa jadi bermanfaat atau bahkan memberikan nilai ekonomi yang tinggi untuk orang lain. Dan dari botol-botol itu atau apapun itu yang dari ember sampah bisa membiayai kehidupan mereka sehari-hari. Dan mereka yang menjalaninya terlihat senang, dan terlihat bangga ketika anak-anak mereka bisa sekolah dari pekerjaan mereka yang mungkin dianggap rendah oleh sebagian orang.

Ketika mereka dianggap rendah oleh sebagian orang justru terkadang mereka meninggikan derajatnya dengan tingkah lakunya. Hidup itu tergantung bagaimana kita yang menjalani. Kalau kita menginginkan hidup yang menyenangkan insyaallah akan menyenangkan. Tapi kalau kita menggerutu akan kehidupan yang dijalani ya gimana yahhhh???  Kita aja enggak bisa mengenakan hidup, bagaimana hidup akan mengenakan kita? Iya enggak?

Bersyukur saja atas apa yang terjadi, memang semua itu tidak lepas dari yang namanya takdir, tapi kita tidak bisa kan pasrah dengan takdir begitu saja..

Istilah kasarnya atau istilah gaulnyaaaa ituuuuuuuu

“INI PILIHAN LOE, INI YANG LOE MAU, JADI LOE HARUS MENJALANI INI SEMUA, ENGGAK BOLEH NGELUH, TETAP NIKMATI, KARENA INI PILIHAN LOE DAN INI UNTUK HIDUP LOE, UNTUK KEBAIKAN LOE, BUKAN UNTUK ORANG LAIN”       

Selasa, 13 Mei 2014

TIMBUL TENGGELAM yang sulit tenggelam..

PART_1

Kalau hati yang lagi galau itu enaknya ngumpul sama temen-temen, ketawa-ketiwi, pokoknya kegiatan yang bikin happy lah yah. Siang itu Aerhien yang sedang kebingungan karena kesepian iseng menghubungi teman-temannya, dan ada satu kontak yang membuatnya teringat sesuatu. Tanpa pikir panjang, ia langsung menulis sesuatu..

“Haiii ries”
Menunggu balasan yang cepat tak kunjung datang, satu jam kemudian ada message di handphonenya.
“hai juga Rhien, kenapa?”
“gmn kabar? Masih hidup? Kirainn udah mati, :P”
“kalau udh mati gk bakal bisa bless ms lo ini rhien -.-)”
“hahhaah, iya juga sih. Lagi sibuk apa ries sekrng?”
“biasalah anak muda, lg sibuk bernafas sama menata hidup”
“gaya bangettt ini orang, huuuu”
“hahahha, knp rhien, tumben sms gue, kirain udh lupa”
“gklah, msa gue lupain tmn, hahhaha”
“ohh jd cma tmn doang nih??”
“ hahhah, emang maunya apa? Kekasih hati?”
“ya siapa tau gtu, ckckkc”
“oiy ries lo bsok free gak? Jalan yuk lah, lagi mles di rmh nih”
“capek neng kalau jln mah, mnding sini naek motor breng sama abang, hehhehe”
“ arrrggggghh zzzzzz….. -.-)”
“hahhha, mau jln kmn rhien?”
“ nonton yuk, ada film baru tuh di bioskop, kata tmn gue sih rame, gmn?”
“boleh, jam brp? Dmn?”
“jam 5 subuh di pasar, hahha”
“sumpah, lucu lo -.-)7”
“hahhaha, jam 3an aja yuk di tempat biasa”
“okeh siappp tuan putriii J

Tepat jam 3 sore keesokkan harinya Aries sudah sampai di depan rumah Aerhien. Tanpa berlama-lama, mereka pun langsung menuju bioskop terdekat.
Awalnya sih canggung, tapi tak butuh waktu lama hanya dalam waktu 10 menit suasana menjadi cair. Aries memperlakukan Aerhien seperti pacarnya, begitupun sebaliknya. Pegangan yang erat, sentuhan yang hangat penuh dengan kasih sayang, dan lainnya. Saat itu Aries memang sudah punya kekasih, dan Aerhien juga. “MEREKA SELINGKUH” tidakkkkk, tidak selingkuh hanya berusaha menjalin silaturahmi aja kok :P. Beberapa kali Aries mencium pipi dan kening Aerhien, tapi wanita berusia 21 tahun itu tidak berontak.  
Film tentang pembunuhan ternyata membuat mereka sedikit ngilu, karena cara membunuhnya yang terlalu sadis. Lebih sadis dari lagunya Afgan, hahhaha. Sebenarnya Arhien tidak ada masalah dengan film itu, karena memang dia suka film horor dan bergendre pembunuhan, tapi ia orangnya tidak tegaan.
“tuhhkan, siapa suruh nonton film inii, gegayaan sih jadi orang”
“kan penasaran Ries.. L
“yaudah sini-sini” Aries pun merangkul wanita yang pernah menjadi kekasihnya itu. Dan tanpa ada rasa canggung Aerhien pun memeluk Aries, dan untuk kesekian kalinya pria itu mencium kening Aerhien. Film berakhir dan itu berarti kebersamaan mereka pun berakhir. Karena tujuannya hanya nonton, ya habis nonton langsung pulang, hahhaha. 
Karena teringat dengan kekasih hati, tiba-tiba Aerhien merasa canggung saat di parkiran.
“kenapa Rhien?”
“enggak apa-apa, hayu ah pulang”
“yaudah cepet naek”
…………………………….
“Rhien, loe enggak anggap gue sebagai tukang ojek loe kan?”
“kenapa emangnya?”
“jangan pegang bahu guelah, kayak lagi ngojek aja”
“terusss??”
“sini mana coba liat tangannya” Aerhien pun menyodorkan tanggannya.
“pegangnya tuh disini, biar keliatan akrab” Aries menaruh tangan Aerhien di perutnya, maksudnya sih biar Aerhien meluk. Awalnya sih Aerhien tak mau, tapi tak lama kemudian ia memeluk Aries dengan erat dan sedikit meneteskan air mata.
“thank ya Ries udah mau nemenin gue hari ini”
“iya sama-sama” Aries tahu keadaan Aerhien yang sedih, karena mereka telah saling mengenal sejak lama.  Sepanjang perjalanan pulang mereka tak saling bicara tapi pelukan Aerhien yang begitu erat telah menggambarkan semuanya. Tak jauh dari rumah Aerhien, Aries tiba-tiba berhenti.
“Rhien, are you oke? Sebentar lagi kita sampai rumah loe, hapus ya air matanya”
“gue enggak nangis kok”
“masih aja sih pura-pura sama gue. Udah ya jangan sedih lagi”
“okeh” Aries pun mencium lembut kening Aerhien dan langsung tancap gas menuju rumah sang mantan kekasih.

Sekitar 10 menit setelah Aries pamit pulang, Aerhien langsung menyalakan Handphone dan menelpon Nudi (kekasih hatinya). Begitu pun Aries, ia menelpon Syarah (sang pujaan hati). “aku otw rumah kamu, kamu siap-siap kita keluar malam ini”. Telah menjadi kesepakatan mereka berdua, selama nonton handphone di nonaktifkan, biar enggak ada yang ganggu.

Aries dan Aerhien sebenarnya masih saling sayang, tapi mereka tidak bisa bersatu. Ya kalau lagi sama-sama kangen paling menyempatkan waktu untuk berdua seperti nonton, dan lain-lain. Wanita itu kalau lagi sedih pasti pingin di dekat prang-orang yang ia sayangi. Seperti Aerhien yang butuh seseorang karena sedang ada masalah dengan pacarnya yang keberadaannya jauh disana. Yuph Aerhien LDR-an sama pacarnya. Sementara Aries jarang bertemu sama pacar karena kesibukan masing-masing.       

DISAAT RASI BINTANG DI HATI UDARA

BAB 6


Hari itu jam kepulangan lebih cepat dari biasanya karena dosen berhalangan hadir. Seperti biasa Aerhien dan Aries  pulang bersama, saat di tengah perjalanan..

“hmmmmmmm, Ries entar boleh muter-muter dulu enggak keliling kompleks sebentar?” ucap Aerhienn yang tiba-tiba menaruh dagunya dibahu Aries
“kenapa?”
“lagi bosen, lagi males pulang, jadi pingin muter-muter aja dulu”
“dasarrr cewek…” Aries pun terus melaju, tapi bukan ke arah pulang melainkan kesuatu arah yang berlainan yang tentunya membuat Aerhien terheran. Ternyata mereka berbelok arah suatu mall.
“Ries, kok kita kesini sih? Mau ngapain? Loe mau belanja?”
“katanya lagi bosen, dari pada keliling kompleks yang enggak jelas, mending kita nonton disini. Ada film baru yang belum gue tonton dan pasti loe juga belom nonton ini film”
“kenapa jadi gue patokannya?”
“ya karena kita sama-sama sibuk kuliah, terus pulang siang baru hari ini aja kan? Dan ini film baru keluar beberapa hari yang lalu”
“hmmm gitu yahhhh, tapiii Riessss”
“entar kita jam 8 malam udah di rumah loe”
“tapi Riesss”
“jangan kkebanyakan tapi, udah nurut ajah”
“yaudah deh”

Setelah memesan tiket mereka pun nunggu di bangku yang telah disediakan di bioskop tersebut, karena kurang dari 30 menit lagi film mulai, mereka mengisinya dengan main game di handphone masing-masing.
“Riess, boleh nanya?” ucap Aerhien sambil sibuk memainkan handphone layar sentunya, begtu pun Aries saat menjawab pertanyaan dari Aerhien
“Apa?”
“kenapa tiba-tiba loe ngajak gue nonton disini?”
“kan alasannya udah ue kasih tahu tadi, perlu di ulang?”
“hanya itu alasannya? Enggak ada yang lain?”
“ yuph hanya itu”
“ oiya Riess, loe masih mau tebengin gue kalau pulang ataupun berangkat?”’
“kita searah kan? Saling ngebantu apa salahnya, dapat pahala juga kan?”
“hmmm, Riesss, kok gue ngerasa loe berubah yah?”
“berubah gimana?”
“ya berubah aja, perasaan aries yang sekarang itu lebih cuek”
“perasaan loe aja kali”
“tapi bener lho Ries, bahkan di kelas aja loe kayak menghindar dari gue, terutama di depan anak-anak. Boro negur, ngelirik aja enggak”
“biasa aja kayaknya”
“loe enggak suka sama gue? Loe enggak suka kalau diledekin sama anak-anak tentang kita berdua?”
“biasa aja”
“ terus kenapa? Jujur gue lebih suka Aries yang dulu. Lebih ramah, lebih nyenengin deh pokoknya, enggak kayak sekarang”
“gue juga lebih suka Aerhien yang dulu, enggak bawel kayak sekarang”
“gue bawel yah orangnya? Maaffff”
“Riessss, boleh nanya??”
“nanya apa lagi? Kirain udah kelar nanya nya”
“kalau gue pingin sama-sama terus sama loe, boleh?”
Aries hanya diam membisu sambil terus bermain game.
“kok diem Ries?? Mulutnya habis kena lem yahhh?? Ckckkckckc, becanda Riessss, jangan kaku gitu ahhh, hahhaha” ledek Aerhien yang juga masih bermain game di handphonenya. Tak lama kemudian pengumuman pintu bioskop sudah terdengar dan mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan. Saat ruangan sudah gelap, Aries memulai pembicaraan sambil menatap layar.
“Rhiennn”
“iyaaaaa”     
“sekarang gantian gue yang nanya sama loe”
“apa?”
“loe mau sama-sama terus sama gue?”
“haaaa????”
“kok ditanya malah haah sih jawabannya?”
“itu kan pertanyaan gue, kenapa lo tanyain lagi ke gue, enggak kreatif”
“emang enggak boleh kalau gue Tanya begitu ke loe?”
“boleh kokkkk, yaudah ahhh ssssttttttt jangan berisik filmnya udah mulai”
Suasana hening sejenak….
“jadiii jawabnnya apa??” Aerhien pun menarik nafas yang panjang lalu membuangnya dan kemudian menyenderkan kepalanya kebahu Aries dan memegang lengannya lalu berucap “ love you”
Aries pun menyambut kalimat itu dengan senyuman dan mengelus kepala Aerhien dengan lembut lalu menyelipkan jarinya di selah-selah jari Aerhien.

Mereka pun menikmati film tersebut sampai selesai. Setelah nonton mereka langsung pulang karena sudah sore. Saat di depan rumah Aerhien Aries berucap.
“mulai besok, gue akan pastiin loe bener-bener sampai di dalam rumah dengan selamat, enggak di depan rumah seperti ini ataupun di depan jalan sana kayak hari-hari sebelumnyac J
“makasihhhh J
“ sama-sama…, aku pulang dulu yaaaaa”
“ iya hati-hati yaaaaa”


akhirnya setelah sekian lama mereka sepakat untuk berkomitmen juga. Sebenarnya banyak yang menginginkan hal ini terjadi, terutama teman-teman kelas mereka. Karena mereka semua geregetan melihat tingkah Aerhien dan Aries yang terlihat sama-sama cuek tapi aslinya saling peduli satu sama lain. 

Sabtu, 05 April 2014

Senja di Sudut Jakarta (Ingin Aku bilang “Cinta”) BAB 5


Masa SMA sudah berakhir, liburan pun datang dan kami bersiap untuk menjadi pribadi yang mandiri, begitulah kata orang mengenai dunia perkuliahan.

Hari itu kami harus mengurus ijazah dan surat lainnya, dan malam sebelumnya aku sms Nudi, karena aku ingin pulang bareng dengannya, dan ia pun mengiyakan ajakan ku. Tapi setelah selesai mengurus surat-surat tersebut aku tak melihat keberadaannya, aku sms dan telpon pun handphonenya tak ada nada sambung. Mungkin handphonenya mati dan tak lama lagi ia datang karena setahu ku ia adalah tipe orang yang menepati janji. Niatnya hari itu aku akan mengutarakan apa yang ada di hatiku selama ini, tapiiii...

Sudah hampir 2 jam aku menunggu di depan pintu gerbang sekolah, dan suasana sekolah pun telah sepi karena memang sudah sore. Rintikan hujan menambah penderitaan karena aku tak bawa payung dan bus yang sering aku tunggu mendadak tak ada, seperti di film-film. Saat hujan menjadi deras, saat itu pula aku menangis karena takut dan kecewa. Betapa bodohnya aku menunggu orang yang belum tentu menganggap keberadaanku. Betapa bodohnya aku menyukai orang yang belum tentu menyukaiku, tapi apa salah kalau perasaan itu tiba-tiba muncul? Toh aku tidak memintanya, ia datang begitu saja dan entah kapan akan perginya. Sore yang aku bayangkan akan indah karena aku bisa mempunyai waktu lebih dengan Nudi dan mengungkapkan perasaanku yang sesungguhnya, ternyata menjadi sore yang menyedihkan (T.T). saat tangisan itu tak mulai berhenti, tiba-tiba ada yang menghampiriku dann berucap

“Cha, maafin aku. Hpku mati, tadi aku dipaksa sama temen-temen. Dan aku baru tahu kalau kamu masih disini setelah aku cash hpnya. Kenapa kamu enggak pulang?”
“iya ini aku mau pulang” jawabku sambil terus menunduk karena tak mau melihat wajah nudi.
“ Chaaa, kamu baik-baik aja kan?” aku hanya terdiam
“Chaa, chaaaa, ochaaaa” tiba-tiba aku menutup wajahku dengan kedua tangan lalu menangis. Kata orang aku cengeng dan gampang galau.
“ chaa, kamu nangis? Maafin aku yahhh” nudi pun memelukku tapi aku tetap terus menangis, malah tangisan itu semakin kencang, sekencang hujan saat itu.
“aku janji ini yang terakhir, aku enggak akan lakuin hal ini lagi ke kamu” setelah berucap kalimat itu Nudi mencium kening ku, tapi aku tak sadar karena sibuk menangis dan kecupan itu hanya beberapa detik saja.  Setelah Nudi berhasil membuat ku tenang dan hujan berhenti kami pulang bersama. Tak banyak kata yang terucap sore itu. Saat sampai rumah pun aku langsung masuk tanpa berucap basa-basi seperti biasanya. Dan aku mulai bertanya..

Seperti angin yang terus berlalu tanpa henti
Seperti api yang terus berkobar dihati
Seperti air yang terus membasahi dedaunan di pagi hari
Dan seperti itu pula aku yang akan terus menunggu
Menunggu senja hanya untuk melihat sebuah kebahagiaan
Yang entah kapan akan datang menghampiri
Tapiii..
Sampai kapan harus seperti angin?
Sampai kapan harus seperti api atau air?
Sampai kapan aku harus menunggu ?
Akankah penantian ini berakhir pada sebuah kebahagiaan?

Entahlahhhhh… 

Senja di Sudut Jakarta (Ingin Aku bilang “Cinta”) BAB 4


Bulan telah berganti dan kami di sibukkan dengan berbagai ujian. Kesibukkan kelas 3 membuat aku dan yang lainnya pulang sore. Tak jarang Nudi memberikanku tumpangan. Kadang ku berharap senja cepat datang, karena saat senjalah aku dan Nudi mempunyai waktu lebih untuk berbincang.

“Cha..”
“iyaa?”
“kamu capek enggak?”
“lumayan sih, kenapa?”
“mau melepas lelah enggak sejenak?”
“mau sih, kenapa emangnya?”
“nonton yuk Cha, lumayan buat menghibur diri”
“haaaahhh?”
“diajak nonton kok malah jawab haah, mau enggak?”
“ gimana yah? Mau sih tapi ini kan udah sore sebentar lagi mau magrib, terus pulangnya nanti gimana?”
“ya enggak gimana-gimana, nanti aku anterin pulang deh sampai rumah”
“tapi kan aku belum izin sama orang rumah, kalau di cariin gimana?”
“ya nanti kita izin dulu, kalau perlu nanti aku yang izinin, gimana?”
“hmmm, gimana yahhh? Enggak deh lain kali aja, lagi pula aku takut”
“takut kenapa?”
“enggak apa-apa, lagi pula tugas lagi banyak, besokkan juga masuk pagi”
“ohh gitu yaudah deh”
“maaf ya, lain kali deh kita nontonnya”
“semoga lain kali itu aku bisa ya”

Sebenarnya aku sangat ingin menonton dengan Nudi, tapi aku tidak bisa, takut akan perasaan yang semakin dalam. Kata orang kesempatan itu hanya datang sekali, dan jika kesempatan itu hilang maka kita akan kehilangan kesempatan itu untuk selamanya,  dan sebenarnya aku tidak ingin kehilangan kesempatan itu, karena perasaan takut yang tak jelas itu aku tak tahu akan kah kesempatan itu akan datang lagi atau akan benar-benar hilang. :(


Setelah ujian nasional dan pengumuman kelulusan telah keluar, perasaan senang tapi sedih menjadi satu. Kehilangan masa-masa SMA dan tentunya aku akan kehilangan dia yang menjadi alasannku datang pagi-pagi kesekolah dan dia yang menjadi alasanku untuk setia berdiri dekat pagar sekolah hanya untuk melihat dirinnya lewat. 

Senja di Sudut Jakarta (Ingin Aku bilang “Cinta”) BAB 3



Cahaya matahari yang cerah membuat hati dan pikiran menjadi cerah. Senyuman termanis aku persembahkan untuk pagi ini. Tak sabar untuk bertemu Nudi dan mengembalikan jaketnya. Seperti biasa aku menunggu di sudut kelas untuk melihatnya tapi sampai bel berbunyi ia tak kunjung datang. Saat istirahat pun tak Nampak batang hidungnya, bahkan saat pulang pun begitu. Dan itu berlangsung selama 3 hari.
Saat aku menjenguk sepupu di rumah sakit ternyata sosok Nudi terlihat di taman rumah sakit sedang duduk diatas kursi roda.

“Nudi?”
“ lho Cha, kamu disini?”
“ kamu kenapa?” aku terkejut dan terus melihat kondisi Nudi dari ujung kaki hingga ujung rambut.
“biasa kurang hati-hati, jadi seperti ini deh. Kamu ada apa kemari?”
“ kepala dan kaki kamu??” saat itu aku masih terkejut melihat kepala dan kaki yang di balut.
“ Cuma luka ringan kok, tidak ada yang perlu di khawatirkan” entah apa alasannya saat itu tiba-tiba saja air mataku menetes.
“ lho Cha, kamu menangis? Kenapa? Aku kan masih hidup belum mati”
“ hhmmm maaf, aku Cuma terkejut melihat kondisi kamu sekarang. Terakhir kita ketemu kamu masih sehat”
“iya, habis aku pulang dari rumah mengantarmu, aku mengalami kecelakaan dan seperti ini dampaknya. Sempat koma sehari tapi tak ada masalah sekarang”
Kami pun akhirnya berbincang di taman, menikmati langit jingga sambil duduk di atas bangku membuat aku merasa dekat dengan Nudi. Karena langit sudah gelap akhirnya aku mengantarkan Nudi ke ruangannya dan ternyata disana sudah ada sang mama yang sedang menunggu. Dan aku tiba-tiba teringat tujuanku ke rumah sakit saat itu adalah untuk menjenguk sepupu,, hahahahha.

Selama beberapa hari dengan beralasan menjenguk sepupu yang di rawat aku juga sekalian melihat kondisi Nudi, meskipun aku hanya melihatnya dari kejauhan.


Kurang lebih 2 minggu Nudi tidak masuk sekolah, dan saat jam istirahat ternyata aku melihatnya sedang berbincang bersama teman-temannya di pojok kantin. Senang tapi kesenangan itu aku simpan sendiri, tak perlu ada orang yang tahu, cukup aku dan Tuhan yang tahu, kalau pun ia tahu aku harap ia dapat menyembunyikannya sampai waktunya tiba. 

Senja di Sudut Jakarta (Ingin Aku bilang “Cinta”) BAB 2


Sore itu aku sibuk membantu wali kelas sehingga harus pulang telat. Saat sedang menunggu bus tiba-tiba ada sosok yang ku kenal berhenti di hadapanku.

“ Cha, belum pulang?”
“ kalau aku udah pulang, nggak mungkin ada disini”
“oiya, lagi nunggu jemputan?”
“ iya, lagi nunggu di jemput sama bus, tapi belum datang dari tadi”
“mau bareng? Rumah kita searah kan?”
“ hmmm, gimana yah?” saat itu aku sangat bingung, karena itu pertama kali aku ngobrol banyak dengannya, aku mau tapi malu.
“ ya terserah sih, udah mau hujan lho”
“ hmm, yaudah deh, tapi aku enggak ngerepotin kamu kan?”
“ enggak tenang ajah”

Aku tak pernah mengira hal yang pernah aku bayangkan menjadi kenyataan. Di tengah perjalanan ternyata hujan dan kami memutuskan untuk meneduh di tukang bakso, karena ternyata perut juga sudah mendemo.

“Cha, nih dipakai jaketnya” Nudi memberikan jaketnya kepadaku
“ lho nanti kamu pakai apa?”
“ gampang, lagi pula aku kan cowok jadi tidak masalah”
“ lho apa hubungannya?”
“ kalau cowok memakai baju transparan dan dalemannya kelihatan tidak ada masalah. Tapi akan jadi masalah kalau itu terjadi pada wanita”
“ ohh begitu yahh” aku pun lansung memakai jaketnya, entah harus senang apa bagaimana. Itu pertama kalinya aku mempunyai waktu berdua dengan Nudi, tapi sudah mempermalukan diri sendiri. Karena hujan, baju ku basah dan itu membuat tanktop dan tali bra ku menjadi terlihat L.

Perbincangan saat itu tidak banyak, masih terlihat kaku dan canggung satu sama lain. Setelah hujan berhenti, perjalan dilanjutkan sampai di depan rumahku. Tak banyak berbicara saat itu, hanya ucapan basa –basi terimakasih lalu aku masuk kedalam rumah dan ia pergi begitu saja. Perasaan senang dan malu-malu tapi mau. Entah perasaan apa ini, sore itu menjadi sore indah yang di takdirkan  Tuhan untuk ku, terima kasih karena Engkau telah memeberikanku ini semua.


Dan saat di dalam rumah aku baru sadar bahwa jaket nudi masih aku pakai. Untung  kami sempat tukaran nomor saat makan bakso. Tanpa pikir panjang aku langsung mengirim sms kepadanya tapi tak ada balasan bahkan terkirim pun tidak. 

Senja di Sudut Jakarta (Ingin Aku bilang “Cinta”) BAB 1


Aku mungkin wanita yang bodoh untuk menyukai suatu hal tanpa mampu menggutarakannya. Saat itu aku masih duduk di bangku SMA, panggil saja namaku Chacha, karena sesungguhnya aku bernama Rocha Agustina. Kalau kalian berpikir aku terlahir di bulan agustus, itu tidak benar karena nama Agustina itu gabungan dari nama orang tuaku Gustin dan Ana.

Kata orang masa-masa sewaktu SMA itu menyenangkan, dan saat itu aku masih belum tahu, apakah ini menyenangkan atau tidak. Yang jelas salah satu penyemangatku untuk datang pagi ke sekolah adalah karena dia yang sering memakirkan motornya di bawah pohon yang menghadap ke kelasku. Pagi itu seperti biasa aku datang pagi untuk melihat seseorang yang sudah ku damba sejak lama. Yeahh akhirnya dia datang juga, dari sudut kelas ku perhatikan dia yang sedang melepaskan atribut yang melekat pada tubuhnya. Hanya dalam waktu tak lebih dari 10 menit ia langsung menghilang dari parkiran.

Kelas yang berbeda membuatku ingin cepat-cepat mendengar bel istirahat untuk melihatnya kembali menuju kantin. Postur tubuhnya pas untuk seorang laki-laki yang duduk di bangku SMA. Rambut yang terpotong rapi, kulit yang berwarna coklat dan senyumanannya yang manis membuat aku tak bosan untuk melihat dan mengaguminya sejak kami masih dalam masa orientasi.

Kami memang kenal tapi tidak dekat, bahkan kami tidak pernah satu kelas. Aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Saat pulang sekolah pun aku hanya bisa menunggu di dekat pagar hanya untuk melihatnya keluar dengan motor supranya.

Inilah caraku mengaguminya, entah apa yang kan terjadi nantinya. Di dalam setiap doaku, aku hanya berharap diberikan yang terbaik dari sang pencipta.


Selasa, 28 Januari 2014

PHP


PHP!! Siapa sih yang enggak tahu dengan istilah ini? Pemberi Harapan Palsu.
Isitilah yang gue enggak tahu munculnya dari mana ini banyak banget di terapin sama anak muda jaman sekarang, bahkan orang yang udah berumur juga bisa nerapin istilah ini.
PHP karena cinta, hindari hal ini !!! KENAPA???
Ya emang loe mau di kasih harapan terus tanpa ada kepastian, enggak kan??
Yang belum kena banget rasanya PHP, mungkin seperti kita naik hysteria di dufan. Awal mula di angkat perlahan  terus di angkat setinggi mungkin sampai jantung mau copot, setelah itu di jatuhkan ke bawah sampai lemas tak berdaya, bingung harus ngapain. Ketagihan? Pingin nyoba lagi, tapi takut. Mungkin seperti itu kurang lebih gambaran tentang PHP.

Kita sebagai manusia harus milih, mau di PHPin atau mau PHPin? Saran gue sih ya enggak keduanya. Kalau loe ragu sama apa yang dilakukan, ya sebaiknya jangan dilakukan. Karena ada tingkah lalu atau perbuatan kita yang di sukai sama orang tapi ada juga yang enggak disukain sama orang. Menurut survey korban PHP itu kebanyakan adalah PEREMPUAN, WHY?? Karena perempuan itu lebih menggunakan perasaannya, sementara para lelaki lebih mengandalkan logikanya.

Misal loe sebagai seorang lelaki suka sama seorang wanita dan lagi mengadakan PDKT sama dia. Namanya wanita di puji dikit pasti terbang, melayang-layang sampai lupa daratan. Ya bagus kalau misalnya si pria beneran serius sama kata-katanya, tapi kalau si pria Cuma anggap itu becanda, gimana coba? JELEEEBBB banget pasti untuk si wanita ini. Ini berlaku untuk pria ataupun wanita. “ ketika loe suka sama seseorang dan loe mau serius sama dia, maka tunjukin keseriusan loe. Tapi kalau loe anggap dia hanya sebagai teman bicara atau loe enggak suka sama dia ya sebaiknya jujur aja, dari pada ada salah paham”


Oiya ini penting, kita sebagaia manusia yang diberikan akal harus bisa membedakan yang namanya serius dan becanda. Ada kalanya di dalam suatu keadaan kita harus becanda tapi ada kalanya kita harus serius. JJ

FRIENDZONE



Ini sering terjadi ketika ada 3 orang manusia atau bahkan lebih menjalin sebuah hubungan. Gue punya kisah dari lingkungan sekitar gue, ini kisah antara Ranu, Elang dan Dina. Ketiga manusia ini berteman, karena mereka 1 kelas dan awalnya berhubungan baik, tapi semenjak Dina mengenal lebih dekat tentang si Ranu, semua menjadi berubah dan ini awal cerita mereka…..

Elang dan Dina berkenalan sudah sekitar 2 tahun dan mereka mengenal Ranu baru sekitar 1 tahun. Ranu merespone baik tentang kehadiran Dina di dalam hidupnya, begitupun yang terjadi pada Dina. Boleh di bilang Dina dan Ranu seperti melakukan PDKT, itu yang terlihat dimata teman-teman kelasnya, tapi yang terjadi sesungguhnya mereka sendiri yang tahu. Dina tidak bisa lepas dari sosok Elang, karena Elang yang sering membantu ketika Dina mengalami kesulitan. Suatu hari Elang mengungkapkan perasaannya kepada Dina, tapi ia sadar akan keberadaan Ranu diantara mereka. Semenjak saat itu Elang menjauh dari Dina, karena ingin menghilangkan perasaan sukanya. Dan Dina menjadi GALAUUUUUUU, ketika itu sosok Ranu sangat membantu. Setelah sekian lama, 1 hal yang ada dalam benak Dina.. “ aku kehilangan kawan sebaik Elang hanya karena sosok yang baru kenal, dan ternyata Ranu tidak sebaik Elang”

Saat pemikiran itu ada, si RED (Ranu, Elang, Dina) menjauh satu sama lain. Mereka bertiga menjadi jauh. Dan setiap ada yang bertanya, paling mereka hanya jawab dengan senyuman atau menjawab “enggak apa-apa, biasa aja”.

Brohhh, sist.. yang namanya cinta emang datangnya enggak bisa di tebak. Orang yang kita inginkan belum tentu orang yang benar-benar kita inginkan, karena perasaan cinta itu bisa datang karena ketulusan atau hanya ego sesaat.

Sebenarnya gue bingung, kenapa mereka bertiga harus menjauh. Susah pasti mencari sosok yang baik seperti Elang, dan pasti susah juga mencari sosok yang bikin nyaman seperti Ranu. Kayaknya tanpa harus menjauh mereka semua bisa menjalin hubungan yang baik, bahkan lebih baik.

Friendzone itu tercipta karena adanya sebuah keraguan, ketidak pastian dan salah paham. Saat loe menjalin sebuah hubungan baik itu hanya pertemanan biasa, loe harus tegas. Kata nyokap gue, misal ada seorang pria yang memberikan sesuatu, pasti 80% itu ada maksud tertentu, 10% karena merasa gak enak hati,5% karena ada faktoor keterpaksaan dan  5% lagi karena tulus. Jadi kita perlu hati-hati tuh kalau dikasih sesuatu sama cowok, hahahhah.

Dan jangan pernah merasa menyesal ketika loe masuk dalam friendzone karena, itu bisa jadi pembelajaran, itu pun kalau loe berpikir positif. Loe harus cermat, jangan sampai kisah diatas menimpa loe.

Saran gue kalau loe suka sama orang, mending langsung ungkapin aja. Cinta itu kayak nasi beserta lauk pauknya. Kalau kelamaan disimpan bisa jadi basi atau jamuran, kalau emang itu makanan masih bisa dimakan pasti rasanya akan berubah, tercuali ada bahan pengawetnya. Kalau misalnya loe nembak cewek tapi cewek itu mikir-mikir untuk nerima loe, atau bahkan minta beberapa hari buat menjawabnya, nahh itu perlu hati-hati. Soalnya kalau emang tuh cewek beneran suka sama loe, begitu loe bilang “ gue suka sama loe, loe mau enggak jadi pacar gue?” pasti cewek itu langsung jawab “ iya gue mau” itu jawaban doi kalau emang beneran suka.
Atau misalnya loe berusaha lagi deketin seorang cewek, tapi setiap diajak jalan dia menolak, setiap diajak nonton atau makan juga menolak, di telepon, disms, line, wasap atau bahkan di media social jawaban dia ala kadarnya, bisa jadi itu cewek dinyatakan NOT RESPONDING sama loe, hati-hati cewek yang bertipe seperti ini, bisa memanfaatkan keberadaan lelaki yang sedang mendekatinya, hahahha.                 


Satu hal gue ingetin lagi, kalau misalnya cewek itu ternyata respone nya bagus trhadap keberadaan loe, dan loe mau nembak dia tapi ragu. Sebaiknya ini jangan dilakukan, jangan sampai loe bilang suka dan pingin jadi pacarnya tapi satu jama kemudian, loe bilang “ sorry aku ragu jadiin kamu pacar” Fix loe bakal jdi masuk buku hitamnya doi. Tegas itu perlu, kalau emang loe ragu ya jangan dilakukan bahkan kalau perlu dari awal loe jangan kenalan sama dia.  JJJ

Senin, 27 Januari 2014

Move On



2 kata itu sering banget muncul diantara anak muda sekarang. Kenapa?? YA KARENA ITU LAGI NGTREENNNN COYYYY.
Move on untuk sebagian orang itu mudah bagai membalikkan telapak tangan, tapi untuk sebagian lagi itu sulitnya bukan main, bagai orang yang semampai (semeter gak sampe) metik buah yang tinggi pohonnya mencapai 3 meter, SULITTT. Emang banyak cara untuk medapatkan buah itu, bisa pakai tangga lalu manjat kepohon dan nikmatin itu buah, atau bisa juga pakai galah yang puanjang, tapi harus bisa jaga keseimbangan, karena galah lebih panjang dari si pengguna, atau bisa juga nyuruh orang untuk mengambil buah itu atau kalau enggak mau repot ya beli aja di tukang buah, tapi harus pinter milih dan pinter nawar biar enggak ketipu.

Move on yang lagi hits sekarang itu, adalah move on dari cinta. KOK BISA?? Karena sekarang itu banyak orang yang dramatisir keadaan. Misal, “LAPER” laper ya tinggal makan, bukan malah ngetwiit, emang dengan unggah status bisa kenyang?? Bisa sihhh, KENYANG KOMEN.. atau misalnya baru putus dari pacar, nangis sampai berhari-hari, curhat sana sini, facebook, twitter, path, instagram, atau yang lainnya. Semua status di media social berubah jadi “GALAUUUUUUU”.
Move itu sebenernya gampang-gampang susah, tergantung orangnya sih. Kalau orang itu emang bener-bener niat untuk move on ya gampang, paling beberapa bulan setelah dia galau bisa tuh move on dengan sempurna. Bahkan ada yang Cuma dalam hitungan minggu.

Cara move on menurut pandangan gue dan beberapa temen-temen gue adalah sebagai berikut:
  1.  Ketika loe putus dari pacar loe, dan udah bener-bener kecewa sama doi, jauhin dulu tuh orang, atau jauhin dulu hal-hal yang bersangkutan sama dia.
  2.  Jangan dengerin lagu yang super duper melowwwww  dan yang super duper bikin galauu sehingga loe masih mikirin dia, dan loe dinyatakan GAGAL MOVE ON…
  3. Jangan bahas-bahas dia dengan siapa pun dan dengan alasan apapun, sebaiknya hindarilah obrolan yang mengarah kesana, karena pasti bakal keinget terusss.
  4. Walaupun kedengarannya klasik, tapi ini jitu, banyakin aktivitas yang membuat loe lupa walau hanya sejenak, tapi itu semua gak harus mutusin silaturahmi yahh..
Sebenernya masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk move on ini, masing-masing orang punya cara untuk lakukan si move on ini. Yang jelas untuk move on itu yang pertama adalah niat. Ada kata-kata buat loe semua.. “ orang untuk menuju sebuah kata “berhasil” itu punya berbagai macam cara, ada yang mudah, ada juga yang susah. Ada yang dengan cara baik tapi ada juga dengan cara yang buruk. Jangan berlarut-larut dalam kesedihan, karena masih ada banyak kebahagiaan yang menanti untuk kita sambut”           

CINTA (gue, loe) TO BE CONTINUE…


Story in jogja…..<part 1>

“ Hay…”
“ hay, hay, kangen yahhh?”
“ iya, kenapa? Boleh kan?”
“ boleh kok bolehh J
“ kesini dong, kan ceritanya lagi kangen, udah lama enggak ketemu”
“ terus nanti kalau gue kesana, mau dikasih apa?”
“ dikasih apa yah?, loe maunya apa?”
“ hmmm, apa aja deh yang penting enak J
“ hmm, bener yah.. kalau gitu nanti gue kasih pelukan mau??”
“ yakin mau peluk? Kayak bisa aja, hahaha”
“ hahhaha, emang gk bisa yah? Ckckck, oiy btw lagi ngapain?”
“ lagi whats’app an sama loe :P”
“ emang gak punya kerjaan lain selain whats’app an sama gue?”
“ enggak ada, habis gue bingung juga mau ngapain disini, hahahha”
“ emang lagi dimana?”
“ lgi di kereta J
“ haa? Lagi di kereta? Emang mau kemana, udah liburan jadi enggak mungkin ke kampus kan?”
“ iya gue udah liburan, ini lagi mau ngisi waktu liburannya”
“ emang loe mau liburan kemana?”
“ ke jogja…”’
“ whattt?? Serius?? gue enggak salah baca nih?”
“ ya enggaklah ganteng….”
“ emang boleh sama ortu?”
“ ya boleh dong J
“ pasti sama keluarga deh liburannya, iya kan?”
“ enggak, kali ini gue pergi sama temen-temen kampus gue”
“ wowww, mukzizat banget… tumben di izinin”
“ hahhaha, iya donggg….”

            Untuk mengisi waktu liburan, Nayra dan beberapa teman kelasnya di kampus pergi ke jogja. Hari pertama sampai di jogja mereka beristirahat di penginapan. Hari kedua mereka baru keliling jogja, di mulai dengan pergi ke candi prambanan setelah bosan disana, mereka pergi ke Borobudur. Saat sedang berkeliling sambil berfoto-foto, Fani (salah satu sahabat Nay) membisikkan sesuatu. “Nay, kok gue curiga yah sama itu orang. Kayaknya dari tadi dia merhatiin kita deh”. “udah cuekin aja, mending kita foto-foto disana aja yuk, yang lain mah pada asik sendiri, mending kita kesana mumpung masih sepi”, “ okehh”. Saat mereka berfoto-foto berdua, Fani merasa risih dengan keberadaan pria yang sedang memperhatikan mereka.
“Naayyyy, itu orang kenapa sih? Takut gue, pake kaca mata hitam, jaket hitam, udah kayak penjahat. Panggil cowok-cowok aja yuk, biar di tegor” ucap Fani lirih.
“ ah lauuu, jangan panggil cowok-cowok. Udah biar gue yang tegor itu orang”
Nayra pun menghampiri pria tersebut, dan tak lama Fani terkejut atas apa yang ia lihat. Nayra dan pria itu berpelukan dan terlihat akrab.
“gue kangen sama loe, udah lama ya kita enggak ketemu”
“kalau kangen jangan Cuma di peluk dong, tapi juga di cium”
“ ihhh ngarepppppp” nayra pun melepaskan pelukannya.
“temen loe kayaknya kaget banget tuh”
“oiya, yuk sini gue kenalin” nayra pun menarik tangan Rey.
“ Fann, ini Reynas… Rey ini Fani, sohib gue di kampus dan dari rombongan Cuma kita berdua doang ceweknya”
“Reynas, temennya Nay dari SMA”
“ Fani.. Temen? TTM an nya kali?? Hahahha, ini Reynas yang loe ceritaan itu kan Nay?”
“yuph, anda benar J
“ loe cerita apaan aja Nay?”
“ rahasiaaa…”
“ dasarrrrr” ucap rey sambil mengacak-acak sayang rambut Nay.
“reyyy, kan jadi berantakan… huft”
“Kalian janjian ya ketemuan disini? Kirain gue tadi loe penjahat rey.. hahaha”
“ sorry, gue enggak bermaksud begitu kok, hehhe”
“ tau nihhh, sok misteriusss.. hahhahah, sebenarnya gue enggak janjian sama dia Fan, Cuma tadi pagi gue bilang mau kesini, kirain gue.. dia gak bakal kesini soalnya katanya ada urusan di kampus, dan kita niatnya malem ini mau ketemunya, ehh ternyatanya dia ada disini, dan aku terkejutttttt, hahhahah”
“ ya lagian ke jogja gak bilang-bilang dulu, tau-tau udah sampe aja. Ya gue juga begitu…”
“ hmmmm, bales dendam nihh ceritanyaaa… oiya Fan, mumpung disini fotoin kita berdua dong..” mereka pun akhirnya berfoto-foto.
            
       Setelah puas bekeliling Borobudur, mereka pulang ke penginapan untuk beristirahat, karena malam harinya mereka akan berjalan-jalan lagi. Setelah sholat isya’ mereka bersiap-siap untuk kuliner malam.
“ yuk, cepetan kita berkuliner malam, gue udah laperrr berattttt” ucap Danu sambil memanaskan motor yang disewa.
“ hayulahhh… sama nih gue juga laper. Sayang, enaknya nanti kita makan apa yah?” Tanya fani kepada Hadi(sang kekasih hati).
“ aku sih makan apa aja mau, asal murah dan bikin kenyang.. hahah”
“ dasarrrr mahasiswaaaa, hahhaa”
“ Oiya Fan, si Nayra kemana? Panggil gih sana, kita udah pada laper nih”
“ cieee, Rasya nyariin Nayraaa, ciee cieee” ledek Fani.
“ auuu ahhhhh”
“ hahhaha, si Nay itu pergi duluan tadi habis sholat terus langsung buru-buru pergi”
“ Haa? Serius Fan? Mau kemana dia? Emang dia tau jogja apa? Pulang jam 7 malem dari kampus aja udah keder, ini sok sok’an pergi sendiri. Kalau nyasar terus ada apa-apa, gimana coba?”
“ Rasyaaa, tenang… tarik napassss, buanggggg… udahlah jangan kebakaran jenggot gitu, okehhh. Percaya deh si Nayra aman dan kembali dengan selamat”
“ bukan kebakaran jenggot juga Fan, nyokapnya dia udah nitipin ke gue. Terus sekarang dia keluar malam begitu aja, kalau ada apa-apa kan gue enggak enak sama nyokapnya”
“ ahhh loee, si nay udah gede juga kali, udah sekarang kita makan aja yuk”
Akhirnya mereka pun jalan, mencari makan sambil menikmati suasana malam jogja. Saat sedang berjalan-jalan, tiba-tiba Danu melihat Nayra dengan Reynas.
“ wiwww, si Nayra.. baru sehari disini udah dapet cowok aja. Tuh Sya, masa loe kalah sama si Nayra yang baru pertama kali kesini. Loe udah bolak-balik jogja beberapa kali masa belom dapat cewek buat diajak jalan kayak begitu, hahahahahhaa” mendengar perkataan Danu, semua pun tertawa. :D
            
              Malam itu Nayra terlihat senang sekali saat bersama Reynas, mereka benar-benar seperti orang yang sudah lama tak bertemu dan terlihat sama-sama kangen. Mungkin Nay tak pernah menyangka akan melewati malam di jogja bersama rey seperti saat itu. Sama seperti saat di Jakarta, Rey beberapa kali mencium kening Nay dengan hangat.
Sekitar jam 1 malam Nay baru sampai di penginapan, dan ternyata ada Rasya yang tertidur di sofa dengan keadaan TV menyala. Karena tak ingin mengganggu, akhirnya nayra mengeluarkan pasmina yang ada didalam tasnya, lalu menelimuti rasya dengan kain itu. Dan Nayra pun langsung menuju kamarnya untuk segera beristirahat.    


>> To be continued<<