Kamis, 12 September 2013

CINTA (gue, loe) TO BE CONTINUE… (PART 2-1)

“ aku udh sampe :D” 04:47 sms itu sampai di hp yang tergeletak di meja, mengetahui hpnya bergetar sang pemilik langsung melihat dan membalas sms tersebut.
“ kmu udh sampe rumh? Alhamdulillah J
“ blm sampe rumh J
“ lahh terus sampai mana?”
“ gambir, ini lagi mau ke gondangdia buat lanjut naek kereta sampe rumah”
“ ohh gitu, kmu sndrian?”
“ knp kmu mau temenin?”
“ aku temenin dr sini aja yah J
“ hiks L
“hati-hati di jalan yah J
“ makasihhh ( >3(‘o’) ”
“( >3(‘o’) ”

…………………………………..

“ aku udah di rmh nih, :P”
“ywdh kamu psti cpek, mndi trs istirht gh sna”
“ baikk nyonyahhhh J

            Reynas kembali lagi ke Jakarta untuk mengisi libur semester, tapi liburan kali ini tidak selama liburan kemarin, hanya 2 minggu ia di Jakarta dan itu sudah mendapat undangan untuk reuni sama teman-teman tercinta. Pertemuan untuk kedua kalinya sudah di rencanakan dari hari-hari sebelumnya, tapi Nayra saat itu tidak sedang di Jakarta, tiba-tiba ia dadakan harus menjenguk kakeknya yang sedang kritis di rumah sakit di kampung.

“Nay kmu kpn pulang? Lusa aku harus balik lagi ke jogja” sms itu sampai di hp Nayra minggu pagi.
“ aku ndak tahu kpn ke jkrtanya, tergantung yg lain aja.. kmu kok cpt bgt ke jogjanya?”
“ iya ada urusan penting disana jd hrus cepet balik”
“ ohh gtu yahh, klo thun ini ndak jadi ktmu kita undur aja smp thun dpan J
L
“ knp?”
“ aku sedih klo sampe kita batal ktmu, kn udah sthun kita gk bertatap muka”
“ setahun?? Baru juga bbrp hari lalu kita skype’n, hahahha.. ywdh nanti aku kbrin  yah plngnya kpn J
“ okehh.. miss youuu :*”
“ miss you too :*”
Malam harinya Nay memberi kabar ia sudah berada di bandara dan naik penerbangan terakhir menuju Jakarta.

            Keesokkan harinya di tempat yang sama dan waktu yang hampir sama seperti tahun lalu, mereka kembali bertemu. Dari lantai dasar sampai lantai yang di tuju maupun suasana lebih hangat dari tahun lalu tapi tidak ada acara pegang tangan atau rangkul-rangkulan, apalagi cium-cium, hahhahah. Menonton film anak-anak yang penuh dengan makna dan komedi itu pilihan mereka.

Saat film baru mulai, adegan ftv pun terjadi. Rey memegang tangan Nay.

“ihhh cari-cari kesempatan, mentang-mentang udah gelap ruangannya” ucapnya salting sambil menghindarkan tangannya dari Rey.
“ siapa juga yang cari-cari kesempatan, tuh lihat tangan kamu kecil banget, lihat nihh coba”
Rey mengambil tangan Nay, dan menaruhnya di atas tangannya.
“ tuh kan bener kecil tangannya,  enggak percaya amat, lihat tuh!!”
“ iya sih, kalau dibandingkan sama tangan kamu, emang tanganku kecil. Tapi enggak apa-apa deh kan biar kelihatan imut”
“di kunciiii” ucap Rey yang menyelipkan jarinya di jari Nay lalu menggenggamnya.
“ hee? Di kunci? Reyyy….”
“sssstttttttt, enggak boleh berisik di bioskop” Rey semakin erat menggenggamnya.
“ Reyyyy…”, Rey pun memalingkan wajahnya ke arah Nay.
“ Apa?”
“ modus”, Rey hanya tersenyum, dan membiarkan tangan yang satu lagi untuk merangkul Nay.

Nay termasuk orang yang sangat menjaga apa yang harus di jaga, ia tidak akan membiarkan orang menyentuhnya kecuali ia merasa nyaman terhadap orang tersebut. Dan saat itu mungkin Nay merasa nyaman atas keberadaan Rey disampingnya dan membiarkan Rey berbuat seperti itu. Di tengah-tengah film, Rey mencoba untuk memeluk Nay.

“ Reyyy, enggak…”
“ kenapa?”
“ banyak anak kecil disini, kalau mereka sampai lihat gimana?”
“ ohh gitu, okehlahh”
“ lagi pula, kalau orang-orang disini ngira kita pacaran gimana?”
“ emang kamu enggak mau jadi pacar aku?”
“ hmm mau enggak yahhh”, tiba-tiba Rey mencium kening Nay. Spontan Nay langsung menengok ke arah Rey,  dan Rey mencium tangan Nay.
“ kamu mau jadi pacar aku? Kamu siap ldran sama aku?”
“ aku belum pernah ldran”
“ mau nyoba?”
“ nyoba? Nyoba ldran sama kamu?”
“ iya, gimana?”, Nay mengambil nafas panjang dan mengembalikan pandangannya ke arah layar.

Suasana hening sejenak…….
“ hey kok diem, aku kann nanya”
“ emang kamu mau?”, Rey mencium pipi Nay dan berkata.
“ kalau enggak mau, aku enggak akan nanya kamu”
“ menurut kamu, aku mau apa enggak?” Tanya Nay sambil menaruh tangannya di dada Rey.
“ ya mana aku tahu, kan yang punya jawabannya kamu. Jadi gimana? Mau nyoba?”
“ kamu mau??”
“ Nayyy”
“ yaudah jangan berisik focus sama filmnya”
“ ehmm yaudah deh kalau kamu enggak mau jawab”

Nay melepaskan tangannya yang semula berada di atas dada Rey. Percaya atau tidak Nay bisa merasakan yang namanya tulus atau tidak walapun hanya dari mata atau detak jantung. Mungkin saat itu ia tidak merasakan sesuatu di detak jantung Rey, makanya dari itu ia terus memutar jawabannya tanpa memberikan jawaban yang pasti. Kebiasaannya membaca buku tentang psikologi dan yang sejenisnya membuat dirinya terkadang bisa merasakan hal yang tidak bisa di rasakan oleh orang lain.

            Setelah film selesai dan menuju pintu keluar bioskop Rey terus menaruh tangannya di pinggang Nay, seolah-olah tidak akan membiarkan Nayra jauh darinya. Tapi setelah beberapa langkah dari pintu bioskopnya, Rey melepaskan tangannya dan sedikit focus dengan handphonenya. Saat itu semakin jelas ada sebuah keraguan di mata Nay saat melihat lelaki yang sedang berada di hadapannya itu.

“kamu mau pulang?”
“enggak” jawab nay tegas sambil terus menatap ke arah Rey.
“ terus mau kemana?”
“ aku mau milkshake”
“ yaudah kita beli yuk”

Mereka pun duduk santai di sebuah café yang bernuansa outdoor sambil menikmati milkshake yang sudah di pesan. Di tengah perbincangan tiba-tiba Rey mengeluarkan rokok dan korek gas dari kantong jaketnya.

“aku ngerokok yah”, Nay hanya menjawab dengan senyuman. Sebenarnya Rey tahu kalau nay tidak suka dengan rokok, tapi entah kenapa saat itu Rey merokok di hadapan Nay. Dan Nay hanya melihat Rey yang sedang asiik dengan rokoknya tanpa sepatah kata pun.

“ Hey, kenapa sih dari tadi ngelihatin mulu, terpesona sama kegantengan aku?” Nay pun mengerutkan dahinya dan berkata
“ kenapa sih kamu ngerokok? Emang enak ya?”
“ gimana ya, udah kebiasaan. Aku kan suka begadang kalau ngerjain tugas kampus, jadi ya biar melek minum kopi sama ngerokok”
“kamu enggak takut efek sampingnya?”
“ya takut sih sebernya, tapi mau gimana lagi udah kebiasaan susah di hilangkan”
“bukan Cuma kebiasaan kayaknya tapi kamu udah mulai kecanduan”
“sepertinya, hahhaha. Kenapa nanya-nanya? Kamu mau nyoba ngerokok?”
“ boleh emangnya? Kalau boleh aku mau nyoba sini” nayra pun bermaksud untuk mengambil rokok dan korek yang tergeletak di meja. Tapi keburu diambil rey.
“enggak!! Kamu enggak boleh nyoba benda ini walaupun Cuma sedetik”
“kenapa? Kamu boleh masa aku enggak boleh”
“ enggak, pokoknya kamu enggak boleh nyoba benda ini sedikit pun. Okehhh”
“kenapa??”
“karena cewek yang ngerokok itu di pandang orang pasti negative dan aku enggak mau kamu di pandang negative sama orang-orang”
“menurut kamu apa penilaian sebagai cewek di luar sana mengenai cowok perokok?”
Rey pun langsung mematikan rokoknya yang masih setengah batang.
“kenapa di matiin?”
“karena kamu enggak suka lihat perokok”
“aku enggak ngelarang kamu buat ngerokok, toh aku bukan siapa-siapa kamu. Terserah kamu mau ngerokok apa enggak itu hak kamu, tapi aku mohon saat kamu didepan aku jangan ngerokok. Kita kan ketemu paling-paling Cuma setahun sekali, dan Cuma beberapa jam. Aku Cuma minta itu aja kok. Aku enggak mau kamu kenapa-kenapa nantinya”
“okehh, ini yang pertama dan terakhir aku ngerokok di depan kamu. Maaf ya”
“ iya enggak apa-apa kok”
Sebenarnya secara enggak langsung Nayra meminta rey untuk tidak merokok, tapi bahasanya dihaluskan, hahaha.

Sekitar satu jam mereka berada di café itu dan pada akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
“ itu angkotnya udah datang” ucap Nay yang segera bersiap untuk menghampiri angkot tersebut.
“Nayyy..” ucap Rey sambil menarik tangan Nay.
“ kenapa??”
“jabat tangan dulu dong”
“kayak mau berpisah aja pakai jabat tangan segala”
“emang kita mau berpisah, besok kan aku mau balik ke jogja”
“ kamu hati-hati ya besok” Nay pun mengulurkan tangannya, Rey pun menyambutnya dan mencium tangan Nay.
“kamu juga hati-hati yah..”

Nay pun masuk ke dalam angkot dan berlalu menghilang dari pandangan Rey. Pertemuan yang cukup aneh. Hubungan pertemanan yang sekilas mirip dengan pasangan kekasih. Dua tahun berturut-turut seperti itu.
Ditengah perjalanan Rey mengirim sms dan dibalas seperti biasa oleh Nay. Dan pembicaraan di sms itu berlangsung sampai keesokkan harinya. Perbincangan yang merubah keadaan untuk mereka berdua.


To be continue…          

0 komentar:

Posting Komentar